Postingan

Hujan dan Secangkir Kopi

Di tengah rintik hujan yang menghujami Jakarta seakan menjadi malapetaka untuk Anggi, gadis itu hanya bisa meratapi derasnya hujan sembari menggerutu. Kakiknya tidak bisa diam berhentak membentuk irama dengan nada cepat, mulutnya mencebik kesal, sedangkan kedua alisnya mengkriting. Ia sedang terburu-buru namun hujan menghalanginya untuk pergi. Bisa saja ia menerobos hujan demi menikmati pulau kapuk dengan secangkir teh hangat buatan ibunya, namun ia sedang membawa pekerjaan penting yang tentunya tidak boleh rusak. Anggi menghela nafas berat setelah menunggu beberapa menit di depan lobby. Ia melangkahkan tungkai kakinya menuju pantry di kantornya. Ketika ia berjalan beberapa langkah dari muka pintu, ia disambut dengan aroma kopi yang memenuhi area pantry. Ruangan itu dipenuhi oleh berbagai macam perabotan dapur dan tentunya sebuah meja berukuran sedang dengan beberapa kursi yang mengelilinginya. Mata Anggi tertuju pada satu pria yang sedang menikmati kopi dengan aroma menyengat i...
Postingan terbaru